ta’aruf atau nikah ?

sekarang kita akan membahas perbedaan taaruf dan pacaran. sebenarnya menurut kalian apa sih perbedaannya ta’aruf dan pacaran? pasti di pikiran kalian bahwa ta’ruf dan pacaran itu sama. iya, memang sama-sama bisa mengenal pasangannya.bedannya taaruf itu untuk  berkenalan secara bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari pasangan hidup kita.

Taaruf sangat berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.

Dalam pacaran, mengenal dan mengetahui hal-hal tertentu calon pasangan dilakukan dengan cara yang sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah pengenalan. Ibarat seorang yang ingin membeli motor second, tapi tidak melakukan pemeriksaan, dia cuma memegang atau mengelus motor itu tanpa pernah tahu kondisi mesinnya. Bahkan dia tidak menyalakan mesin atau membuka kap mesinnya. Bagaimana mungkin dia bisa tahu kelemahan dan kelebihan motor itu. tapikan, kalau pacaran bisa menambah semangat untuk hidup? itu semuannya bohong. mari kita pikir lagi apa benar? sebuah pasanggan yang sebelumnya pacarann sebelum nikah itu loanggeng. tidak. malah banyak pasangan yan pavaran yang bercerai dan banyak pasangan yang menikah karena terpaksa karena menutup aib si perempuan yang sudah hamil duluan. iya kalau si cowoknya mau kalau tidak gimana? pasti ujung-ujungnya aborsi. yaudah dapet dosa. beda lagi ta’aruf.

taaruf adalah seperti seorang montir motor yang ahli memeriksa mesin, sistem kemudi, sistem rem, sistem lampu dan elektrik, roda dan sebagainya. Bila ternyata cocok, maka barulah dia melakukan tawar-menawar. Ketika melakukan taaruf, seseorang baik pihak pria atau wanita berhak untuk bertanya yang mendetil, seperti tentang penyakit, kebiasaan buruk dan baik, sifat dan lainnya. Kedua belah pihak harus jujur dalam menyampaikannya. Karena bila tidak jujur, bisa berakibat fatal nantinya. Namun secara teknis, untuk melakukan pengecekan, calon pembeli tidak pernah boleh untuk membawa pergi motor itu sendiri. dengan ta’aruf kita malah mendapat pahala, yaitu pahala prosesnya dan pahala nikahnya. jadi bagi kalian yang tidak bisa menahan garizah na’u(naluri berkasih sayang)lebih baik ta’aruf lalu nikah. dari pada pacaran mendapat dosa

Leave a comment